11 April 2014
Oleh Uyuni Widiastuty
A. LATAR BELAKANG
Seni
musik merupakan salah satu bidang seni yang diajarkan pada siswa SMP, yang
tercakup dalam pelajaran Seni Budaya.
Seni Musik sama halnya dengan
bidang seni yang lain (seni tari, seni rupa, seni teater) yang mempunyai ranah
apresiasi (teori) dan ranah ekspresi (praktek). Kedua ranah seni ini berlaku
untuk semua jenis musik (modern dan tradisional). Musik daerah setempat yang
merupakan musik tradisional adalah salah
satu bagian dari materi seni budaya yang disesuaikan dengan daerah
masing-masing, misalnya untuk daerah Sumatera Utara maka musik daerah
setempatnya meliputi: Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Melayu dan
lain-lainnya, yang kesemua daerahnya tercakup dalam Propinsi Sumatera Utara.
Gondang batak merupakan musik daerah
setempat (musik tradisional) yang berasal dari Tapanuli. Gondang batak selalu digunakan untuk acara-acara adat, kematian
maupun perkawinan bagi suku batak. Gondang batak terdiri dari dua jenis yaitu
gondang batak sebangunan dan gondang batak Hasapi. Kedua gondang batak ini sama
–sama berfungsi sebagai pengiring tarian tor-tor pada setiap acara adat, namun perbedaan
sangat kelihatan pada karakter instrumennya, jenis instrumennya maupun aspek
musiknya.
Gondang
batak yang sering diajarkan disekolah-sekolah adalah gondang batak sabangunan.
Saat ini tidak semua sekolah yang mempunyai gondang batak termasuk sekolah yang
berada di Tapanuli Utara yang merupakan asal dari alat musik ini. Hal ini
menyebabkan guru seni budaya tidak pernah mengajarkan musik daerah setempat tersebut
(gondang batak) kepada siswanya, sehingga materi yang sudah dirancang dalam
Silabus dan RPP tidak terpenuhi. Selain itu guru juga tidak memberikan
pengalaman bermain musik kepada siswanya padahal bermain musik adalah salah
satu ranah dibidang seni yang harus diberikan kepada siswa yaitu ranah
ekspresi. Selain tidak tersedianya gondang batak di sekolah, kemampuan guru
dalam bermain gondang batakpun tidak memungkinkan. Hal ini disebabkan karena guru
yang mengajar mata pelajaran Seni Budaya di SMP berasal dari latar belakang
pendidikan yang berbeda (seni tari dan seni rupa) sehingga tidak memungkinkan
untuk mengajarkan gondang batak kepada siswanya. Dengan adanya video pembelajaran musik tradisional dapat membantu
guru-guru dalam mengajarkan materi yang ada pada mata pelajaran seni budaya.
Berdasarkan
fenomena di atas penulis akan merancang sebuah model pembelajaran yang akan
digunakan oleh guru seni budaya di SMP dalam mengajarkan musik daerah setempat.
Model pembelajaran yang akan dirancang penulis nantinya juga dapat dipergunakan
untuk pembelajaran musik daerah setempat lainnya jika mengikuti langkah-langkah
pembelajarannya. Dengan adanya model pembelajaran ini diharapkan dapat membantu
guru-guru seni budaya untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam
mengekspresikan karya musik.
B. LANDASAN TEORI
1.
Model Pembelajaran
a. Soekanto dalam Trianto (2009): Model
pembelajaran adalah kerangka yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam
mengornaisirkan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan
berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar dalam merencanakan aktivitas
belajar mengajar.
b. Joyce dan weil dalam Rusman (2011);
Model pembelajaran adalah rencana atau pola yang dapat digunakan untuk
membentuk kurikulum atau rencana pembelajaran jangka panjang, merancang
bahan-bahan pembelajaran dan membimbing di kelas atau yang lain.
c.
Istarani (2012); Model pembelajaran merupakan seluruh rangkaian
penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah
pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang
digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar.
d. Joyce dalam Triono ( 2007); Model pembelajaran adalah suatu pola yang
digunakan sebagai suatu pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas atau
pembelajaran dalam tutorial untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran
termasuk didalam buku-buku, film, computer, kurikulum dan lain-lain.
e. Model
pembelajaran diartikan sebagai prosedur
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran.
f. Model
pembelajaran merupakan cara/teknik
penyajian yang digunakan guru dalam proses pembelajaran agar tercapai
tujuan pembelajaran. Ada beberapa model-model pembelajaran seperti
ceramah, diskusi, demonstrasi, studi kasus, bermain peran (role play)
dan lain sebagainya. Yang tentu saja masing-masing memiliki kelemahan dan
kelebihan. Metode/model sangat penting peranannya dalam pembelajaran, karena
melalui pemilihan model/metode yang tepat dapat mengarahkan guru pada kualitas
pembelajaran efektif.
g. Pengertian Model Pembelajaran dapat diartikan
sebagai cara, contoh maupun pola, yang mempunyai tujuan meyajikan pesan
kepada siswa yang harus diketahui, dimengerti, dan dipahami yaitu dengan cara
membuat suatu pola atau contoh dengan bahan-bahan yang dipilih oleh para
pendidik/guru sesuai dengan materi yang diberikan dan kondisi di dalam kelas.
Suatu model akan mempunyai ciri-ciri tertentu dilihat dari faktor-faktor yang
melengkapinya.
2. Musik Tradisional
a.; Musik tradisional adalah musik atau
seni suara yang berasal dari berbagai daerah, dalam hal ini di Indonesia. Musik
tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan
diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.
b. Rithaony (2004); Musik tradisional
Indonesia adalah musik dan lagu yang menggunakan bahasa khas suku tertentu,
serta karakteristik yang amat khas mencirikan budaya yang ada di Indonesia.
musik tradisional Indonesia ada juga yang tercipta berkat pengaruh musik luar
yang dipadukan kemudian diadaptasikan agar pas dengan selera musik orang
Indonesia contohnya seperti musik keroncong yang dipengaruhi oleh musik
dari Portugis.
c. Purba (2007); Musik repotairenya (kumpulan komposisi siap pakai),
strukturnya, idiomnya, instrumentnya serta gaya maupun elemen-elemen dasar
komposisi: ritme, melodi, modus atau tangga nada tidak diambil dari repertoire
atau system musikla yang berasal dari luar kebudayaan masyarakat pemilik music
dimaksud. Dengan kata lain, music tradisional adalah music yang berasal pada
tradisi salah satu atau beberapa suku di suatu wilayah tertentu.
3.
Gondang Batak
a. Hutasoit
(2005); Gondang batak“gondang” adalah: 1) Salah satu jenis musik tradisi
Batak toba; 2) Komposisi yang ditemukan dalam jenis musik tersebut
(misalnya komposisi berjudul Gondang Mula-mula, Gondang Haroharo dsb; dan
3) musik “kendang”.
4. Observasi
a. Observasi adalah aktivitas yang dilakukan makhluk
cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami
pengetahuan dari sebuahfenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan
yang sudah diketahui sebelumnya, untuk
mendapatkan informasi-informasiyang dibutuhkan untuk melanjutkan
suatu penelitian.
b. Observasi adalah metode yang cukup mudah
dilakukan untuk pengumpulan data. Penggunanan metode ini sangat dipengaruhi
oleh interesnya sang peneliti. Observasi ini
lebih banyak digunakan pada statistika survei,misalnya akan meneliti kelakuan
orang-orang suku tertentu. Observasi kelokasi yang bersangkutan akan dapat
diputuskan alat ukur mana yang tepat untuk digunakan.
c. Observasi yang berarti
pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga
diperoleh pemahaman atau sebagai alat re-checkingin atau pembuktian terhadap
informasi / keterangan yang diperoleh sebelumnya
5. Inovasi
a.
Everett M. Rogers (1983), Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide,
gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal
yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.
b. Stephen Robbins (1994), Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan
baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau
proses dan jasa.
c. Joseph Schumpeter,
1934, dalam “The Theory of Economic Development”; “The commercial or industrial
application of something new – a new product, process, or method of production;
a new market or source of supply; a new form of commercial, business or
financial organization” .
d. Stopper (2002);Innovation
is simply the introduction of something new into the marketplace
e. DISR (1999): “…innovation is about putting ideas to work.
It is a process by which firms, industry and governments add value through
successful exploitation of a new idea for the benefit of a part or whole of
business, industry or the nation. It spans a range of ideas-based improvement
processes, including technological change, and improvements in organisational,
financial and commercial activities.”;
f. Malecki (1997; Dikutip dari Jelinek dan Hurt,
2001); Innovation is a locally driven process, succeeding where organizational
conditions foster the transformation of knowledge into products, processes,
systems, and services.
g. Edquist (2001) ;Inovasi adalah
ciptaan-ciptaan baru (dalam bentuk materi ataupun intangible) yang memiliki
nilai ekonomi yang berarti (signifikan), yang umumnya dilakukan oleh perusahaan
atau kadang-kadang oleh para individu
h. Rosenfeld, (2002) Inovasi adalah aplikasi
komersial yang pertama kali dari suatu produk atau proses yang baru (lihat
misalnya Inovasi adalah transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa
baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru ).
6. Demonstrasi
a. Muhibbin Syah (2000); Metode demonstrasi adalah
metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan
melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media
pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
b. Syaiful
Bahri Djamarah ( 2000). Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk
memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan
bahan pelajaran.
c. Syaiful Sagala (2006); Metode Demonstrasi
merupakan satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas
suatu pengertian atau memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu dengan jalan
mendemonstrasikannya terlebih dahulu kepada siswa
c. Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan
menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk
memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada
siswa.
d. Metode demonstrasi adalah metode
penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertujukkankepada siswa tentang
suatu prses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar
tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan
secara liasan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya
sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran
lebih konkret.
7. Apresiasi
a. Apresiasi dalam bahasa
Inggris disebut appreciaton yang
berarti “penghargaan”. Apresiasi adalah penghargaan terhadap seni. Ungkapan
kata apresiasi masa sekarang sering dipakai baik dalam bentuk pidato-pidato
maupun dalam surat-surat kabar atau majalah. Seakan-akan hal itu sudah menjelma
menjadi Bahasa Indonesia, adapun inti maksudnya tidak lain adalah penghargaan
masyarakat terhadap sesuatu hal.
b. Nooryan (2008) Apresiasi seni
merupakan suatu proses sadar yang dilakukan seseorang dalam menghargai dan
memahami karya seni
c. HB. Sutopo (1987) mengatakan apresiasi seni
merupakan proses kadar yang dilakukan oleh penghayat dalam menghadapi dan
menghagai karya seni.
d. O. Smith (1971) yang mengatakan bahwa
apresiasi seni merupakan proses pengenalan nilai karya seni, untuk menghargainya dan menafsir
makna yang terkandung didalamnya.
d. Feldman (1981)Apresiasi
menuntut keterampilan dan kepekaan estetik untuk memungkinkan seseorang
mendapatkan pengalaman estetik dalam mengamati karya seni, apresiasi bukanlah
proses pasif, ia merupakan proses aktif dan secara efektif mengerti nilai suatu
karya seni yaitu untuk mendapatkan pengalaman estetik.
e. Sumardjo,
Jakob dan Saini. (1991) Apresiasi
adalah memahami, menikmati, dan menghargai atau menilai
f. Akhmadi, Mukhsin dkk (1981) Apresiasi
adalah kemampuan untuk melaksanakan anggapan emosional yang lahir dari
pengenalan, pengakuan, dan penghargaan dasar yang ditambah oleh pengertian
terhadap hal-hal atau cara-cara dari dalam karya
g. Effendi
(1973) Apresiasi adalah kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh
sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan, kritis dan kepekaan perasaan
yang baik terhadap cipta sastra
h. Tengsoe Tjahjono (1988) Aspresiasi adalah
aktifitas merasakan atau menikmati karya seni
i. Witherington
(1980) Apresiasi adalah pengenalan terhadap tingkatan pada bidang nilai-nilai
yang lebih tinggi
j. Zakaria, Syoyan 1981) adalah respon
seseorang yang matang terhadap nilai – nilai yang tinggi karena jiwanya berkembang
k. Tirta
Wiraya, Putu Arya (1983) Apresiasi adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui
atau menentukan tinggi rendahnya mutu suatu karya sastra
l. Aminuddin (2002 ) Apresiasi adalah pengenalan
melalui perasaan atau kepekaan batin dan pemahaman, pengakuan terhadap nilai –
nilai keindahan yang diungkapkan oleh pengarang.
C. MODEL PEMBELAJARAN OIDA
Memuat langkah-langkah model
pembelajaran OIDA yang digunakan
dalam pembelajaran musik daerah setempat (gondang batak):
Langkah-langkah
Model Pembelajaran OIDA
|
Kegiatan
Guru
|
Kegiatan
siswa
|
OBSERVASI
Mengamati
pertunjukkan musik tradisional Sumatera Utara melalui video.
|
Menayangkan video pertunjukkan
musik tradisional yang ada di Sumatera Utara
|
Memperhatikan video pertunjukkan
musik tradisional yang ditayangkan oleh guru
|
Meminta pendapat
siswa mengenai musik tradisional yang sesuai dengan daerahnya
|
Menjawab pertanyaan
guru
|
|
Menentukan musik
tradisional yang akan dipelajari yaitu Gondang Batak Sabangunan
|
Menerima pembelajaran
gondang batak
|
|
Dari tayangan salah
satu video tersebut (gondang batak), guru meminta siswa untuk
mengidentifikasi alat musik yang ada pada gondang batak, seperti jenis alat
musik, warna suara, sumber bunyi, serta unsur-unsur musik yang ada pada
komposisi musik yang digunakan dalam gondang batak
|
Mengidentifikasi
gondang batak sesuai dengan jenis alat musik, warna suara, sumber bunyi,
serta unsur-unsur musik pada gondang batak
|
|
INOVASI
Membuat alat musik
sederhana yang sumber bunyi dan warna suaranya mendekati suara alat musik
yang sebenarnya. Penciptaan alat music sederhana ini merupakan pengembangan
dari alat musik yang sudah ada.
|
Meminta siswa (secara
berkelompok) untuk mencari dan membuat berbagai barang-barang yang ada di
lingkungan sekolah dan rumah yang akan digunakan untuk pembelajaran gondang
batak. Barang-barang tersebut harus disesuaikan dengan sumber bunyi dan warna
suara dari alat musik yang sebenarnya
|
Mencari dan membuat barang-barang yang bisa digunakan dalam
pembelajaran gondang batak
|
DEMONSTRASI
Mendemonstrasikan
alat musik yang telah diciptakan oleh siswa dengan memainkan satu komposisi
lagu batak
|
Menayangkan video
pembelajaran gondang batak satu persatu
yang terdiri dari:
![]()
Ogung terdiri dari: ogung
ihutan,ogung oloan, ogung doal, ogung panggora.
Pembelajaran
memainkan ogung dilakukan secara rinci, yang dimulai dari cara memegang stik
(pemukul gong) dan teknik dalam memukul ogung. Dikarenakan ogung pada gondang batak
menggunakan 4 jenis, maka ritme (irama) yang dimainkanpun berbeda. Untuk itu
pembelajarnnyapun dilakukan dengan memainkan
ogung tersebut satu persatu, setelah itu permainkan dilanjutkan dengan
memainkan keempat ogung tersebut.
![]()
Pembelajaran taganing
dimulai dari teknik memegang stik (pemukul taganing) dan teknik memukul
dengan menggunakan tangan kanan dan tangan kiri. Masing-masing kedua tangan
ini mempunyai ritme yang berbeda.
Taganing mempunyai 5 buah taganing
dengan bentuk dan besar yang sama.
Pembelajaran taganing ini dimulai dari pembelajaran pada gondang
pertama, kedua, ketiga, keempat dan gondang kelima.
![]()
Pembelajaran
garantung dimulai dari pengenalan nada-nada yang ada pada garantung
(memainkan tangga nada). Setelah itu latihan memainkan melodi pada garantung
karena pada gondang batak garantung berfungsi sebagai pembawa melodi selain
sulim.
![]()
Sulim merupakan salah
satu jenis alat musik tiup. Oleh sebab itu pembelajaran yang dilakukan
pertama sekali adalah pembelajaran cara meniup sulim dan memainkan tangga
nada (nada-nada yang ada pada sulim). Dikarenakan tidak semua siswa dapat
memainkan sulim oleh sebab itu posisi sulim dapat digantikan dengan vocal.
|
Memperhatikan video
pembelajaran gondang batak.
a.Pembelajaran
Ogung Melalui video pembelajaran ogung
siswa latihan memukul ogung sesuai dengan jenis ogungnya. Pembelajaran
dilanjutkan dengan permainan ogung secara bersama-sama sehingga terjadi
variasi ritme dalam memainkan 4 jenis ogung.
b.Pembelajaran
Taganing
Pembelajaran taganing
dimulai dari cara memukul taganing dengan melihat video pembelajaran taganing
secara rinci yang dimulai dari memukul taganing pertama, kedua, ketiga,
keempat dan kelima
c.Pembelajaran
Garantung
Pembelajaran garantung
dimulai dengan latihan tangga nada untuk mengenal nada-nada yang ada pada
garantung. Setelah siswa mengenal nada maka dilanjutkan dengan latihan
memainkan melodi secara perlahan hingga mahir dalam memainkan garantung.
d.
Sulim
Pembelajaran sulim
dilakukan dengan latihan teknik meniup dan tangga nada. Apabila diantara
siswa tidak ada yang bisa memainkan sulim maka sulim bias digantikan dengan
vocal.
|
Setelah Pembelajaran
alat musik gondang bataksatu persatu, Guru meminta siswa secara berkelompok
untuk mendemonstrasikan semua alat musik
sederhana (ciptaan siswa) untuk memainkan gondang
batak dengan memainkan satu komposisi
lagu batak.
![]() |
Secara berkelompok
siswa mendemonstrasikan satu komposisi lagu batakgondang dengan menggunakan alat musik yang diperoleh
dari lingkungan sekitar (hasil ciptaan sediri)
|
|
APRESIASI
Penilaian musikal
pada kelompok yang menyajikan musik batak.
|
Meminta siswa untuk
memberikan apresiasi (tanggapan musikalitas) terhadap kelompok yang
menyajikan komposisi lagu batak dengan menggunakan alat musik hasil
ciptaannya.
|
Memberikan apresiasi (tanggapan
musikalitas) terhadap kelompok menyajikan musik tradisional batak dengan
menggunaka alat musik ciptaan sendiri.
|
Author
- Bangun Napitupulu (1)
- Danny Ivanno Ritonga (1)
- Dwi Budiwiwaramulja (1)
- Eva Betty (1)
- Gulmah Sugiaharti (1)
- Hudson Sidabutar (2)
- Jainab (1)
- La Ane (1)
- Lamhot Sihombing (1)
- Parulian Sibuea (1)
- Resien (1)
- Robby Rezeki (1)
- Sanggup Barus (1)
- Sri Mutmainah (1)
- Sri Yunita (1)
- Sumarsono (1)
- Thamrin (2)
- Tjut Ernidawati (1)
- Uyuni Widiastuty (1)
TP UNJ-Unimed Angkatan 2013 . Powered by Blogger.





