29 March 2014

Penulis: Sri Mutmainah

Di Susun Oleh. Sri Mutmainnah
A. Latar Belakang Masalah.
Pendidikan merupakan  kunci  untuk  semua  kemajuan   dan perkembangan yang  berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat.  Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
         Matakuliah Filing System adalah salah satu mata kuliah keahlian bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Pendidikan Ekonomi.  Mata kuliah ini adalah mata kuliah wajib, sehingga mahasiswa wajib menguasai kompetensi yang termuat dalam mata kuliah Filing System.  Filing System adalah ilmu yang mempelajari system kearsipan, yaitu sistem penyimpanan arsip yang meliputi sistem abjad, sistem tanggal, sistem pokok hal, sistem nomor, sistem wilayah.
       Sistem penyimpanan arsip/warkat adalah suatu proses kegiatan atau proses pengaturan mulai dari penerimaan, pencatatan, penyimpanan dengan menggunakan sistem tertentu, menemukan kembali dengan cepat dan tepat, penggunaan, pemeliharaan,  penyusutan dan pemusnahan arsip.
Proses belajar mengajar atas mata kuliah ini adalah dengan menyampaikan materi melalui ceramah, diskusi  dan tanya jawab. Namun ternyata penggunaan metode pembelajaran ini belum dapat memaksimalkan pencapaian kompetensi mahasiswa.  Mahasiswa hanya mengetahui kognetifnya saja padahal filing system sesungguhnya adalah mata kuliah praktek dimana mahasiswa harus dapat memparaktekkan bagaimana menyimpan arsip dengan berbagai filing system yang ada. 
Dewey dengan "learning by doing"-nya mengatakan belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung dan harus dilakukan oleh siswa secara aktif. Prinsip ini didasarkan pada asumsi bahwa para siswa dapat memperoleh lebih banyak pengalaman dengan cara keterlibatan secara aktif dan proporsional, dibandingkan dengan bila mereka hanya melihat materi/konsep. Modus Pengalaman belajar adalah sebagai berikut: kita belajar 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan. Hal ini menunjukkan bahwa jika guru mengajar dengan banyak ceramah, maka peserta didik akan mengingat hanya 20% karena mereka hanya mendengarkan. Sebaliknya, jika guru meminta peserta didik untuk melakukan sesuatu dan melaporkannya, maka mereka akan mengingat sebanyak 90%
Selanjutnya  Gagne menyampaikan sembilan peristiwa pembelajaran (instructional events) adalah peristiwa dengan urutan sebagai berikut: (1) Gaining Attention; yaitu upaya atau cara untuk meraih perhatian siswa, (2) Informing learner of the objectives; memberitahukan siswa tujuan pembelajaran yang akan mereka capai/peroleh, (3) Stimulating Recall of Prior Learning; guru biasa menyebutnya dengan appersepsi, yaitu merangsang siswa untuk mengingat pelajaran terkait sebelumnya dan menghubungkannya dengan apa yang akan dipelajari berikutnya, (4) Presenting Stimulus; setelah itu mulailah dengan menyajikan stimulus, (5) Providing Learning Guidance; berikan bimbingan belajar, (6) Eliciting Performance; tingkatkan kinerja, (7) Providing Feedback; berikan umpan balik, (8) Assessing Performance; mengukur capaian hasil belajar, (9) Enhancing Retention and Transfer; tingkatkan capaian hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan untuk dicapai.
Menyikapi kelemahan tentang metode  pembelajaran yang dipergunakan perlu ditentukan bagaimana cara untuk mengatur lingkungan belajar mahasiswa agar dapat mencapai hasil belajar yang diinginkan.  Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan penerapan model MOPIE.  MOPIE merupakan singkatan dari Motivation, Observation, Presentation, Implementation, Evaluation.
B. Rancangan Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran harus mempertimbangkan suasana pembelajaran yang aktif  (active learning), pembelajaran kreatif (creative learning), pembelajaran efektif (effective learning), dan pembelajaran yang menyenangkan (joyfull learning).
Pembelajaran yang Aktif (active learning), adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran dosen harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga mahasiswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Pembelajaran Inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan.
Pembelajaran Kreatif (creative learning), merujuk pada terwujudnya kreativitas dan inovasi berfikir peserta didik dalam menyatu-kaitkan perolehannya dalam belajar, sehingga mempunyai kebermaknaan. Manurut Ausuble pembelajaran ini diistilahkan dengan belajar bermakna (meaningfull learning).     
Pembelajaran Efektif (effective learning), merujuk pada kuantitas dan kualitas belajar dengan periode tertentu. Pembelajaran yang efektif tentunya yang dapat mencapai tujuan secara maksimal dengan menggunakan daya dukung yang optimal.  
Pembelajaran yang Menyenangkan (joyfull learaning),  merujuk pada suasana menyenangkan yang berlangsung selama pembelajaran. Suasana belajar bebas tanpa tekanan. Dengan demikian peserta didik akan dapat mengembangkan semua potensi yang dimiliki.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis merancang model pembelajaran MOPIE (Motivation, Observation, Presentation, Implementation, Evaluation), yang diharap dapat mengakomodasi Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM).
            Pengembangan Model Pembelajaran MOPIE ini menggunakan model ADDIE.
Gambar 1 : ADDIE Design Model
            Model ADDIE memiliki lima langkah pembelajaran yaitu: analyze, design, develop, implement, dan evaluate.  Langkah- langkah pengembangan Model Pembelajaran MOPIE dapat dijelaskan dalam Lima langkah sebagai berikut:
Langkah 1: Analisis (analysis)
            Tahap analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar, yaitu melakukan needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas (task analysis). Oleh karena itu, output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profile calon peserta belajar, identifikasi kesenjangan, identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan.

a). Identifikasi Kebutuhan.
       Kegiatan awal yang dilakukan sebelum melakukan Pengembangan Model MOPIE pada matakuliah Filing system, adalah melakukan identifikasi kebutuhan.  Berdasarkan wawancara, kuestioner dan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan pada matakuliah Filing system dapat diketahui informasi sebagai berikut:
1)      Mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran belum mengetahui Berbagai Filing System.
2)      Mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran belum dapat melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Abjad.
3)      Mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Administrsi Perkantoran belum dapat melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Tanggal
4)      Mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran belum dapat melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Nomor.
5)      Mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran belum dapat melakukan penyimpanan dokumen dengan Filing system Fokok Hal.
6)      Mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran belum dapat melakukan penyimpanan dokumen dengan Filing system Wilayah
b). Identifikasi Karakteristik Peserta didik
Identifikasi prilaku awal dilakukan dengan cara  wawancara,  Kuestioner dan melakukan tes terhadap target peserta (Mahasiswa Semester III) Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi. Observasi dilakukan terhadap mahasiswa  yang terdiri dari 20 sampel untuk setiap kelas.  Observasi dan wawancara dilakukan untuk mengetahui prilaku yang bersifat tindakan/psikomotorik sedangkan tes dilakukan untuk mengetahui pengetahuan responden terhadap materi Perencanaan Pembelajaran.  Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui informasi sebagai berikut:
Jurusan                                    : Pend. Ekonomi/Prodi. Adm. Perkantoran 
Mata Kuliah                           Filing System
Sasaran                                    : Mahasiswa Semester III


No
Kompetensi
dasar
Amat Baik
Baik
Cukup
Jelek
Amat Jelek
1
Mendeskripsikan Berbagai Filing System
A.       
B. 
C.         
v

2
Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Abjad
D.       
E. 
F.  
G.      
v
3
Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Tanggal
H.       
I.   
J.  
K.      
v
4
melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Nomor
L. 
M.    
N.         
O.       
v
5
melakukan penyimpanan dokumen dengan Filing system Fokok Hal
P.  
Q.    
R.         
S.  
v
6
melakukan penyimpanan dokumen dengan Filing system Wilayah
T. 
U.    
V.         
W.      
v


Langkah 2: Desain (Design)
            Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blue-print). Ibarat bangunan, maka sebelum dibangun gambar rancang bangun (blue-print) diatas kertas harus ada terlebih dahulu. Apa yang kita lakukan dalam tahap desain ini? Pertama merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik, measurable, applicable, dan realistic). Selanjutnya menyusun tes , dimana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah dirumuskan tadi. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini ada banyak pilihan kombinasi metode dan media yang dapat kita pilih dan tentukan yang paling relevan. Disamping itu, pertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain, semisal sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya, dan lain-lain. Semua itu tertuang dalam sautu dokumen bernama blue-print yang jelas dan rinci.
a). Merumuskan TIU.
          Adapun tujuan mengembangkan model pembelajaran MOPIE ini adalah sebagai berikut;”. Setelah mengikuti mata kuliah Filing System mahasiswa semester III, akan dapat mengimplementasikan berbagai Filing System.
b). Tujuan Instruksional Khusus
Tujuan Instruksional Khusus yang diharapkan akan dapat dikuasai mahasiswa setelah mengikuti matakuliah ini adalah:
1)        Mahasiswa dapat mendeskripsikan berbagai Filing System.
2)        Mahasiswa dapat Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Abjad.
3)        Mahasiswa dapat Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Tanggal.
4)        Mahasiswa dapat Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Nomor.
5)        Mahasiswa dapat Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Fokok Hal.
6)        Mahasiswa dapat Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Wilayah.
 c). Instrumen Penilaian
          Evaluasi yang digunakan pada matakuliah ini meliputi tes Esai dan Objektif untuk kemampuan Kognetif  sedangkan untuk kemampuan psikomotorik dilakukan evaluasi Kinerja.  Tes Esai dan Objektif digunakan  untuk mengukur kemampuan yang berkaitan dengan konsep-konsep Filing system, dan Tes Kinerja digunakan untuk mengukur kemampuan merancang Rencana Kegiatan Pembelajaran.  Selanjutnya kisi-kisi soal dapat dilihat dari tabel berikut.
Jurusan                                  : Pend. Ekonomi/Prodi. Adm. Perkantoran 
Mata Kuliah                           : Filing System
Sasaran                                  : Mahasiswa Semester III

Pokok Bahasan
Tes
esai
Tes objektif
Tes
Kinerja
Jumlah
Total
C-1
C-2
C-3
C-4
C-5
C-6
Jumlah
Esai
Objektif
Kinerja
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Mendeskripsikan Berbagai Filing System
1

1-2




2

1
2
1
4
Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Abjad
2



3-4


2
1
1
2
1
5
Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Tanggal
3



5-6


2
1
1
2
1
5
Melakukan penyimpanan dokumen dengan  Filing system Nomor
4



7-8


2
1
1
2
1
5
Melakukan penyimpanan dokumen dengan Filing system Fokok Hal
5



9-10


2

1
2

3
Melakukan penyimpanan dokumen dengan Filing system Wilayah
6



11-12


2

1
2

3
Langkah 3: Pengembangan (Development)
            Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan. Atau diperlukan modul cetak, maka modul tersebut perlu dikembangkan. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif, karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangkan.
a). Pengembangan model Pembelajaran MOPIE (Motivation, Observation, Presentation, Implementation, Evaluation). Model Pembelajaran MOPIE akan digunakan dalam pembelajaran Filing System pada Materi filing system Nomor Dewey dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)   Motivation, Salah satu tujuan dari prosedur membuka pelajaran adalah memilih  hal-hal yang menjadi perhatian mahasiswa. Hal-hal yang menjadi perhatian mahasiswa itu hendaknya dapat digunakan untuk menimbulkan motivasi. Dengan adanya motivasi itu, pembelajaran menjadi dipermudah. Sedikitnya ada 4 (empat) cara untuk menimbulkan motivasi, yaitu:
a.    Dengan kehangatan dan keantusiasan.
Dosen hendaknya bersikap ramah, antusias, bersahabat, dan hangat. Sebab sikap yang demikian itu dapat menimbulkan faktor-faktor dari dalam yang mendorong tingkah laku dan kesenangan dalam mengerjakan tugas. Mahasiswa akan timbul motivasinya untuk belajar.
b.    Dengan menimbulkan rasa ingin tahu
Dosen dapat membangkitkan motivasi mahasiswa dengan cara menimbulkan rasa ingin tahu dan keheranan pada mahasiswa.
c.    Mengemukakan ide yang bertentangan
Untuk menimbulkan motivasi mahasiswa, dosen dapat melontarkan ide-ide yang bertentangan dengan mengajukan masalah atau kondisi-kondisi dari kenyataan sehari-hari. 
d.    Dengan memperhatikan minat mahasiswa
Dosen dapat menimbulkan motivasi mahasiswa dengan cara menyesuaikan topik-topik pelajaran yang diminati mahasiswa. 
2)   Observation, dosen meminta mahasiswa untuk mengamati vidio pembelajaran dan mendiskusikannya dengan teman kelompoknya. Melalui pembelajaran dengan pengamatan mahasiswa dapat mengembangkan reaksi emosional terhadap situasi yang mereka sendiri belum pernah mengalaminya.  Albert Bandura  membedakan perolehan pengetahuan (belajar) dan kinerja yang teramati berdasarkan pengetahuan tersebut (perilaku). Bandura  berpendapat bahwa apa yang kita ketahui dapat lebih banyak dari apa yang dapat kita perhatikan. Selanjutya Bandura (1986) ada empat elemen penting yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran melalui pengamatan. Keempat elemen itu adalah atensi, retensi, produksi, motivasi untuk mengulangi perilaku yang dipelejari itu.
a.    Atensi, seseorang harus menaruh perhatian (atensi) supaya dapat belajar melalui pengamatan. Seseorang khususnya menaruh perhatian kepada orang yang menarik, popular, kompeten, atau dikagumi.
b.    Retensi, agar dapat meniru perilaku suatu model seorang siswa harus mengingat perilaku itu.
c.    Produksi, suatu proses pembelajaran dengan memberikan latihan-latihan agar membantu siswa lancar dan ahli dalam menguasai materi pelajaran.
d.   Motivasi dan penguatan. Suatu cara agar dapat mendorong kinerja dan mempertahankan tetap dilakukannya ketrampilan yang baru diperoleh denganmemberikan penguatan (bisa berupaya nilai dan penghargaan/insetif).
            Dalam kegiatan melakukan pengamatan ini, dosen membuka secara luas dan bervariasi kesempatan mahasiswa untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan-kegitan seperti: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Dosen memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat vidio pembelajaran, membaca materi ajar, mendengar informasi) hal yang penting dari suatu benda atau objek.
           Dalam proses pengamatan mahasiswa diminta untuk menuliskan hasil pengamatannya dengan cara mendiskusikannya dengan teman sekelompoknya.  Diskusi merupakan komunikasi seseorang berbicara satu dengan yang lain, saling berbagi gagasan dan pendapat. Menurut Suryosubroto (1997: 179), adalah suatu percakapan ilmiah oleh beberapa orang yang bergabung dalam suatu kelompok, untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari pemacahan mendapatkan jawaban dan kebenaran atas suatu masalah. Metode diskusi mendorong mahasiswa untuk berdialog dan bertukar pendapat, dengan tujuan agar mahasiswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal, tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras, namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama.
3)   Presentation, Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak orang, dengan tujuan untuk memperkenalkan,  membujuk,  meyakinkan yang biasanya dibawakan oleh pakar, guru, atau wiraniaga. Dengan presentasi ini, kita dapat dengan lebih mudah untuk menyampaikan atau menjelaskan ide-ide, mendapatkan tanggapan, sanggahan tentang apa yang kita sampaikan sehingga ide dapat lebih jelas dan dimengerti oleh para pendengar dan dapat mencapai sasaran yang diinginkan. Jenis-jenis Presentasi adalah  Oral, Visual, dan Tekstual. Oral adalah presentasi dengan berbicara, Visual adalah presentasi dengan menggunakan tampilan, Teksual adalah presentasi dengan menggunakan teks atau selebaran.
4)   Implementation, Dewey dengan "learning by doing"-nya menyatakan belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung dan harus dilakukan oleh siswa secara aktif.  Prinsip ini didasarkan pada asumsi bahwa para siswa dapat memperoleh lebih banyak pengalaman dengan cara keterlibatan secara aktif dan proporsional, dibandingkan dengan bila mereka hanya melihat materi/konsep. Selanjutnya seorang filsof Cina Confocius apa yang saya dengar, saya lupa; apa yang saya lihat, saya ingat; dan apa yang saya lakukan saya paham. Dari kata-kata bijak ini kita dapat mengetahui betapa pentingnya keterlibatan langsung dalam pembelajaran.

5)   Evaluation, Penilaian merupakan salah satu bagian yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Dikatakan penting karena kegiatan ini akan mencerminkan perkembangan dan kemajuan belajar mahasiswa dari waktu ke waktu. Selain itu, penilaian akan dapat memberikan gambaran kepada dosen tentang  tingkat pencapaian prestasi belajar mahasiswa.  Menurut Grounlund (1976) ” a system atic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupil ”. Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan dengan proses kegiatan untuk menentukan nilai sesuatu. Sementara Raka Joni ( 1975) mengartikan evaluasi sebagai suatu proses dimana kita mempertimbangkan sesuatu barang atau gejala dengan mempertimbangkan patokan-patokan tertentu, patokan tersebut mengandung pengertian  baik-tidak baik, memadai tidak memadai, memenuhi syarat tidak memenuhi syarat,  dengan perkataan lain menggunakan value judgment.
         Dengan pengertian di atas maka dapat dikemukakan bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menggunakan patokan-patokan tertentu untuk mencapai tujuan. Sementara evaluasi hasil belajar pembelajaran adalah suatu proses menetukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menggunakan patokan-patokan tertentu guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya. Selanjutnya  Tyler (1950) menyatakan bahwa Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan  data untuk menentukan  sejauh  mana,  dalam hal  apa,  dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai.
Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengumpulkan bukti-bukti kemajuan belajar siswa, yaitu :
a. Penilaian portofolio (portfolio)
Portofolio merupakan kumpulan hasil kerja siswa yang sistematis dalam satu periode. Kumpulan hasil kerja ini memperlihatkan prestasi dan ketrampilan siswa. Hal penting yang menjadi ciri dari portofolio adalah hasil kerja tersebut harus diperbaharui sebagaimana prestasi dan ketrampilan siswa mengalami perkembangan. Dalam dunia pengajaran, portofolio merupakan bagian integral dari proses pembelajaran.
b.   Penilaian melalui unjuk kerja (performance)
Penilaian untuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamtan penilai terhadap aktivitas siwa sebagaimana yang terjadi. Penilaian dilakukan terhadap unjuk kerja, tingkah laku, atau interaksi siswa. Cara penilaian ini lebih otentik daripada tes tertulis karena bentuk tugasnya lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Semakin banyak kesempatan guru mengamati unjuk kerja siswa, semakin reliable hasil penilaian tersebut.
c.  Penilaian melalui penugasan (project)
Penilaian melalui proyek dilakukan terhadap suatu tugas atau penyelidikan yang dilakukan siswa secara individual atau kelompok untuk periode tertentu. Penyelidikan meliputi pengumpulan dan pengorganisasian  data, analisa data, dan penyajian data dalam bentuk laporan. Proyek seringkali melibatkan pencarian data primer dan sekunder, mengevaluasi secara kritis hasil penyelidikan, dan kerjasama dengan orang lain. Oleh karena itu, proyek sangat bermanfaat bila digunakan untuk menilai keterampilan menyelidiki secara  umum untuk segala bidang pembelajaran. Di samping itu, proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan siswa dalam bidang tertentu dan mengetahui kemampuan siswa dalam menginformasikan subyek tertentu secara jelas.

d.   Penilaian melalui hasil kerja (product)
Penilaian hasil kerja adalah penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni seperti makanan, pahatan, dan barang logam.
Cara ini tidak hanya untuk melihat hasil akhirnya saja tetapi tugas dari proses pembuatannya. Contohnya kemampuan siswa menggunakan berbagai teknik menggambar, menggunkana alat dengan aman dan sebagainya.
e.   Penilaian melalui tes tertulis (pencil and paper)
Tes tertulis biasanya diadakan untuk waktu yang terbatas dan dalam kondisi tertentu Secara umum bentuk-bentuk tes tertulis adalahbenar-salah, menjodohkan, pilihan ganda, isian singkat maupun uraian /esai.

Langkah 4: Implementasi (Implementation)
            Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Misal, jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstal. Jika penataan lingkungan harus tertentu, maka lingkungan atau seting tertentu tersebut juga harus ditata. Barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal.

Skenario Implementsi model MOPIE (Motivation, Observation, Presentation, Implementation, Evaluation) adalah sebagai berikut:
Langkah-langkah Model
Kegiatan Dosen
Kegiaan Mahasiswa
Motivation
Dosen mebuka pelajaran dan menanyakan:
1.  Apa itu Filing system?
2.Mengapa dokumen perlu disimpan?
3.Dosen menayangkan gambar dokumen-dokumen yang tidak tertata rapi. (Lihat gambar di bawah: Gambar arsip yang tidak tertata rapi). 
4.Dosen menayangkan gambar dokumen yang telah disimpan berdasarkan Filing System.
Arsip tertata rapi

Mahasiswa memperhatikan dan aktif dalam kegiatan pembelajaran
Observation
Dosen meminta mahasiswa mengamati vidio Kearsipan Sistem Nomor Dewey by Anisa Yesatara dengan alamat web. http://www.youtube.com/watch?v=2NMPNK3Vaig. Video Project _ KEARSIPAN SISTEM NOMOR DEWEY.mp4 serta meminta mahasiswa untuk berdiskusi dengan temannya dalam menjawab pertanyaan pada Lembar Kegiatan
Mahasiswa melakukan pengamatan video-video Kearsipan Sistem Nomor Dewey by Anisa Yesatara dengan alamat web. http://www.youtube.com/watch?v=2NMPNK3Vaig dan menjawab pertanyaan pada Lembar Kegiatan
Presentation
· Dosen meminta mahasiswa mempresentasikan hasil diskusinya.
· Dosen mencatat ide-ide yang muncul pada saat presentasi dan diskusi.
·  Dosen menjelaskan ide-ide, konsep, materi yang belum jelas pada saat diskusi dan presentasi.
·   Mahasiswa Mempresentasikan hasil diskusinya
· Mahasiswa memberimasukan dan bandingan atas hasil kerja temannya yang lain
Impelemtation
Dosem meminta mahasiswa untuk melakukan Filing system nomor Dewey
Mahasiswa melakukan penyimpanan dokumen dengan Filing System Nomor Dewey.
Evaluation
Dosen melakukan penilaian hasil belajar dengan menggunakan instrumen tes dan non tes
Mahasiswa menjawab pertanyaan/soal dari dosen

Langkah 5: Evaluasi (Evaluation)
            Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah Model MOPIE (Motivation, Observation, Presentation, Implementation, Evaluation)  yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Tahap evaluasi dilakukan pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Misal, pada tahap rancangan, diperlukan salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya review ahli untuk memberikan input terhadap rancangan yang sedang kita buat. Pada tahap pengembangan, diperlu uji coba dari produk yang kita kembangkan atau  perlu evaluasi kelompok kecil dan lain-lain.
C. Penutup
Model pembelajaran MOPIE diharapkan dapat  membantu mempermudah mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Model ini menggunakan beberapa langkah, yaitu: Motivation, Observation, Presentation, Implementation, Evaluation.  Kesemua langkah ini berfokus untuk menekankan atau pengajaran kepada mahasiswa dengan berbagai Styles Belajar, dan konstruktivis belajar yang dimana mahasiswa diwajibkan untuk melakukan interaksi dengan lingkungan mereka dan tidak secara pasif menerima informasi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Arends, 2008, Learning To Teach, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djamarah, Syaiful dkk. (2002) Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Dahar, Ratna Wilis, 2002, Teori-teori Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Erlangga

Muijs Daniel dkk, 2008, Effective Teaching Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: Pustaka        Pelajar

Sukardi, 2009, Evaluasi Pendidikan:Prinsip dan Operasionalnya, Jakarta: Bumi Aksara.

Suparman, Atwi, 2002. Disain Instruksional Modern, Jakarta: Erlangga.

Uno.Hamzah.2007.Model Pembelajaan Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang          Keratif dan Efektif. Jakarta : Bumi Aksara.

Wartono. 2003. Keterampilan Dasar Mengajar.Malang : Universitas Negeri Malang

 


TP UNJ-Unimed Angkatan 2013 . Powered by Blogger.

Articles

Followers